LATAR BELAKANG
Memasuki abad 21, masyarakat dunia mulai sadar terhadap bahaya yang ditimbulkan oleh pemakaian bahan kimia sintetis dalam pertanian sehingga pertanian organik kembali menarik perhatian baik di tingkat produsen maupun konsumen. Orang semakin arif dalam memilih bahan pangan yang aman bagi kesehatan dan ramah lingkungan. Hal ini didorong oleh kesadaran untuk melestarikan lingkungan, karena dibalik keberhasilan revolusi hijau terdapat dampak negatif terhadap lingkungan hidup dan kesehatan manusia.
Meningkatnya perhatian dan kepedulian masyarakat dunia terhadap lingkungan telah mendorong peningkatan permintaan produk organik. Gaya hidup sehat yang akrab lingkungan dengan slogan: Back to Nature telah menjadi trend baru meninggalkan pola hidup lama yang menggunakan bahan kimia non alami; seperti pupuk, pestisida kimia sintetis dan hormon tumbuh dalam produksi pertanian. Gaya hidup sehat demikian telah melembaga secara internasional yang mensyaratkan jaminan bahwa produk pertanian harus beratribut aman dikonsumsi (food safety attributes), kandungan nutrisi tinggi (nutritional attributes) dan ramah lingkungan (eco-labelling attributes). Pangan yang sehat dan bergizi tinggi dapat diproduksi dengan metode baru yang dikenal dengan pertanian organik.
Upaya Kementrian Pertanian mewujudkan go organic tahun 2010 lalu merupakan peluang bagi Pemerintah Kabupaten Lumajang untuk turut-serta mengembangkan pertanian organic melalui Aksi Gerakan Pemupukan Organik dan Benih Unggul Bersertifikat (SIGARPUN BULAT).
Meningkatnya perhatian dan kepedulian masyarakat dunia terhadap lingkungan telah mendorong peningkatan permintaan produk organik. Gaya hidup sehat yang akrab lingkungan dengan slogan: Back to Nature telah menjadi trend baru meninggalkan pola hidup lama yang menggunakan bahan kimia non alami; seperti pupuk, pestisida kimia sintetis dan hormon tumbuh dalam produksi pertanian. Gaya hidup sehat demikian telah melembaga secara internasional yang mensyaratkan jaminan bahwa produk pertanian harus beratribut aman dikonsumsi (food safety attributes), kandungan nutrisi tinggi (nutritional attributes) dan ramah lingkungan (eco-labelling attributes). Pangan yang sehat dan bergizi tinggi dapat diproduksi dengan metode baru yang dikenal dengan pertanian organik.
Upaya Kementrian Pertanian mewujudkan go organic tahun 2010 lalu merupakan peluang bagi Pemerintah Kabupaten Lumajang untuk turut-serta mengembangkan pertanian organic melalui Aksi Gerakan Pemupukan Organik dan Benih Unggul Bersertifikat (SIGARPUN BULAT).
TUJUAN
Tujuan pelaksanaan SIGARPUN BULAT adalah :
1. Mendorong partisipasi Insan Pertanian (petani, PNS, pelaku usaha) untuk menggunakan pupuk organik/bahan organik dan benih unggul bersertifikat melalui program dan kegiatan Dinas Pertanian Kabupaten Lumajang Tahun 2012 dalam rangka perbaikan kualitas kesuburan lahan sehingga mampu meningkatkan produktivitas lahan dan memelihara sumber daya lahan pertanian berkelanjutan.
2. Memberdayakan kelompok-kelompok tani yang mendapatkan fasilitas bantuan pengolah pupuk organik (APPO/ UPPO/ RP3O/ Rumah Kompos) untuk mampu memproduksi pupuk organik untuk memenuhi kebutuhan sendiri dan kelompok tani lainnya.
3. Memberdayakan kelompok-kelompok tani yang mendapatkan fasilitas bantuan penangkaran benih untuk mampu memproduksi benih unggul bersertifikat untuk memenuhi kebutuhan sendiri dan kelompok tani lainnya.
2. Memberdayakan kelompok-kelompok tani yang mendapatkan fasilitas bantuan pengolah pupuk organik (APPO/ UPPO/ RP3O/ Rumah Kompos) untuk mampu memproduksi pupuk organik untuk memenuhi kebutuhan sendiri dan kelompok tani lainnya.
3. Memberdayakan kelompok-kelompok tani yang mendapatkan fasilitas bantuan penangkaran benih untuk mampu memproduksi benih unggul bersertifikat untuk memenuhi kebutuhan sendiri dan kelompok tani lainnya.
SASARAN
Sasaran SIGARPUN BULAT di Kabupaten Lumajang adalah :
1. Meningkatnya penggunaan pupuk organik/bahan organik oleh anggota kelompok tani sebanyak ± 33.416 ton di Tahun 2012, melalui program dan kegiatan Dinas Pertanian Kabupaten Lumajang.
2. Meningkatnya penggunaan benih unggul bersertifikat sebanyak 1.385,1 ton oleh anggota kelompok tani di Tahun 2012, melalui program dan kegiatan Dinas Pertanian Kabupaten Lumajang sebagai berikut :
2. Meningkatnya penggunaan benih unggul bersertifikat sebanyak 1.385,1 ton oleh anggota kelompok tani di Tahun 2012, melalui program dan kegiatan Dinas Pertanian Kabupaten Lumajang sebagai berikut :
(1) Benih padi non hibrida yang unggul dan bersertifikat sebanyak ± 1.196,7 ton.
(2) Benih padi hibrida yang unggul dan bersertifikat sebanyak ± 30 ton.
(3) Benih padi lahan kering (gogo) yang unggul dan bersertifikat sebanyak ± 100 ton.
(4) Benih jagung hibrida yang unggul dan bersertifikat sebanyak ± 17 ton.
(5) Benih kedelai yang unggul dan bersertifikat sebanyak ± 40,6 ton.
PELAKSANAAN
1. Sosialisasi, Pembinaan dan Pengawalan
a. Koordinasi dengan instansi terkait
b. Penyusunan pedoman
c. Fasilitasi program dalam rangka : (i) penyusunan pedoman, (ii) sosialisasi, (iii) pembinaan dan pengawalan, (iv) koordinasi, (v) konsultasi dengan instansi terkait dan perguruan tinggi, (vi) mengikuti pertemuan/ seminar/ pencanangan/ kunjungan kerja dan penyusunan laporan
2. Program dan Kegiatan Tahun 2012
Program dan Kegiatan Dinas Pertanian Kabupaten Lumajang Tahun 2012 yang diharapkan dapat mensukseskan SIGARPUN BULAT adalah sebagai berikut :
1. Program Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) dari DAK Bidang Pertanian Tahun 2012.
2. Program Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) dari TP Ditjen Pertanian Tahun 2012.
3. Program Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan (PUAP) Tahun 2012.
4. Program Peningkatan Produksi, Produktivitas dan Mutu Tanaman Pangan Untuk Mencapai Swasembada dan Swasembada Berkelanjutan dari sumber anggaran Tugas Pembantuan (TP) Tahun 2012.
5. Program Peningkatan Produksi, Produktivitas dan Mutu Tanaman Pangan untuk Mencapai Swasembada dan Swasembada Berkelanjutan dari TP Ditjen Pertanian Tahun 2012.
6. Program Pembenihan Tanaman Pangan untuk Mencapai Swasembada dan Swasembada Berkelanjutan dari TP Ditjen Pertanian Tahun 2012.
7. Program Pembenihan Tanaman Pangan untuk Mencapai Swasembada dan Swasembada Berkelanjutan dari TP Ditjen Pertanian Tahun 2012 melalui BPTP Karang Ploso Malang berupa kegiatan penangkaran benih padi Inpari 13.
Masukan (Input)
1. Penyediaan anggaran, baik berasal dari pemerintah (APBN, APBD), pihak swasta maupun masyarakat.
2. Perangkat Peraturan, bahan kebijakan, dan petunjuk pelaksanaan.
3. Data potensi lahan dan kelompok tani.
4. Sumberdaya manusia (SDM).
5. Prasarana penunjang kerja (fasilitas kantor dan lapangan).
Keluaran (Output)
1. Terealisasinya anggaran yang disediakan dalam melaksanakan kegiatan.
2. Tersedianya peraturan, bahan kebijakan, dan petunjuk pelaksanaan.
3. Tersedianya data potensi lahan dan kelompok tani.
4. Tersedia sumberdaya Manusia (SDM) dan petugas yang handal dalam melaksanakan kegiatan.
5. Tersedianya fasilitas kerja yang memadai.
Hasil (Outcome)
1. Termanfaatkannya peraturan, bahan kebijakan, dan petunjuk pelaksanaan SIGARPUN BULAT.
2. Terwujudnya peningkatan penggunaan pupuk organik dan benih unggul bersertifikat sesuai ketentuan yang berlaku.
3. Terciptanya mekanisme kerja yang efektif dan efisien.
4. Berfungsinya semua fasilitas kerja yang ada.
SUMBER ANGGARAN :
Dana Dekonsentrasi Pengembangan SDM Pertanian dan Kelembagaan Petani Propinsi Jawa Timur TA. 2012.
