Sabtu, 27 April 2013

UPT-BPP KECAMATAN PRONOJIWO ADOPSI ATAJALE


UPT-BPP  KECAMATAN  PRONOJIWO
ADOPSI  ATAJALE  PERCEPAT  PROGRAM  JARWO
Upaya peningkatan produksi beras terus dilakukan seiring dengan peningkatan jumlah penduduk. Salah satu upaya kegiatan yang dapat dilaksanakan yaitu melalui perubahan sistim tanam dengan Jajar Legowo (Jarwo). Metode tatam jajar legowo terus dikembangkan dan diaplikasikan melalui beberapa kegiatan baik yang bersifat swadaya maupun memalui program pemerintah seperti SL-PTT, BLBU maupun Kaji Terap dan demplot yang dibiayai oleh Biaya Operasinal Penyuluh Pertanian (BOP). Dalam kegiatan penggunaan Atajale (Alat tanam jajar Legowo) setiap kelompok tani diharuskan memiliki 3-4 buah untuk membantu para petani baik yang tergabung dalam kelompok tani maupun petani di luar anggota kelompok untuk mempercepat adopsi inovasi penerapkan jajar legowo. Atajale yang sudah dikembangkan di UPT-BPP Kecamatan Pronojiwo terbagi menjadi  dari 2 sistem yakni  untuk 2:1 dan 4:1. Jarak tanam  untuk sistim  2:1 menggunakan ukuran   40 cm x 25 cm x 12,5 cm sedangkan sistim 4:1 dengan ukuran jarak tanam 40cm x 20 cm x 15 cm. Penerapan system tanam jajar legowo yang diaplikasikan dan diterapkan di kelompok tani telah diterbukti membawa dampak terhadap peningkatan produksi padi dibandingkan dengan penerapan sistim tanam biasa ( sistem tegel). Disamping dengan penerapan sitim legowo membawa dampak terhadap serangan Organisme Pengganggu tanaman (OPT) yang semakin kecil , hal ini dapat disebabkan oleh adanya ruangan pertanaman yang kosong di petakan sehingga akan mengurangi tingkat kelembapan dan peredaran udara semakin bebas. Dengan kondisi tersebut maka OPT dapat ditekan  mengingat bahwa BPP Kecamatan Pronojiwo terletak pada ketinggian 600-800 meter dari permukaan air laut, yang pada kondisi normal serangan  lebih didominasi oleh jenis  OPT dengan salah satu penyebab adalah jelenya kondisi lingkungan seperti Hawar daun maupun Blast. (ditulis oleh Sutoto. Ka.UPT-BPP Kecamatan Pronojiwo)

ALAT PEMBERSIH BUAH SALAK PRONOJIWO



UPT-BPP PRONOJIWO  BERHASIL MENCIPTAKAN ALAT PEMBERSIH SALAK
Dengan semakin berkembangnya teknologi inovasi di bidang pertanian khususnya teknologi tepat guna untuk menunjang kegiatan pasca panen khususnya Salak Pronojiwo. UPT-BPP Pronojiwo telah menemukan dan berhasil mendesain alat sederhana yang di gunakan membantu melakukan pembersihan pada buah salak segera selesai di panen sebelum dilakukan packing dan ditribusi ke konsumen . Latar belakang  yang mendasari  untuk membuat alat bantu tepat guna berangkat dari beberapa permasalahan antara lain a)semakin berkurangnya  tenaga kerja yang terjun di bidang pertanian b) watuhkan yang dibutuhkan untuk perlakuan pembersihan buah sulak cukup lama c)Buah salak segar yang di distribusikan ke konsumen semakin cepat semakin baik terutama pengiriman ke luar pulau seperti Bali dan NTB untuk menjaga mutu dan kwalitas mengingat buah salak merupakan produk pertanian yang mudah rusak d)Permintaan buah salak untul luar pulau menghendaki dalam bentuk Janjangan ( Tandan) karena lebih tahan lama di banding yang sudah memalui proses grading mengingat pengirimannya masih menggunakan alat transportasi sederhana bukan dengan Cold Stroried. Hasil evaluasi penggunaan alat tersebut sangat membantu petani dalam proses pembersihan yang sebelumnya untuk volume 1 ton membutuhakan waktu 10 jam dengan bantuan alat tersebut waktu yang diperlukan cukup 1,5 jam. Sedangkan ditinjau dari segi kwalitas penggunakaan alat tersebut menghasilkan buah yang lebih bersih dan warna lebih menarik serta buah dalam bentuk janjangan (tandan) tidak mudah rontok dan rusak.
Adapun alat dan bahan yang dibutuhkan antara lain :
1.    Alat penggerak (Dinamo) 0,25 PK : 1 unit
2.    As ukuran 1 inci
3.    Van Belt 1 buah
4.    Saklar 1 buah
5.    Roda 4 buah
6.    Kerangka besi ukuran 4 cm 6 meter
7.    Triplek ukuran 5 mm  0,5 lembar
8.    Papan kayu tebal 4 cm ukuran 20 x 70 cm
9.    Klaker 2 buah
10. Tali plat plastik/tali kaca 10 meter
11. Baut dan mur ukuran 17 16 pasang
12. Plat besi 5 mm ukuran 10 cm 4 buah
13. Kabel  5mm  10 meter
14. Stop kontak 1 buah
(ditulis oleh Sutoto. Ka.UPT-BPP Kecamatan Pronojiwo)

Selasa, 16 April 2013

SIGARPUN BULAT



LATAR BELAKANG

Memasuki abad 21, masyarakat dunia mulai sadar terhadap bahaya yang ditimbulkan oleh pemakaian bahan kimia sintetis dalam pertanian sehingga pertanian organik kembali menarik perhatian baik di tingkat produsen maupun konsumen. Orang semakin arif dalam memilih bahan pangan yang aman bagi kesehatan dan ramah lingkungan. Hal ini didorong oleh kesadaran untuk melestarikan lingkungan, karena dibalik keberhasilan revolusi hijau terdapat dampak negatif terhadap lingkungan hidup dan kesehatan manusia.

Meningkatnya perhatian dan kepedulian masyarakat dunia terhadap lingkungan telah mendorong peningkatan permintaan produk organik. Gaya hidup sehat yang akrab lingkungan dengan slogan: Back to Nature telah menjadi trend baru meninggalkan pola hidup lama yang menggunakan bahan kimia non alami; seperti pupuk, pestisida kimia sintetis dan hormon tumbuh dalam produksi pertanian. Gaya hidup sehat demikian telah melembaga secara internasional yang mensyaratkan jaminan bahwa produk pertanian harus beratribut aman dikonsumsi (food safety attributes), kandungan nutrisi tinggi (nutritional attributes) dan ramah lingkungan (eco-labelling attributes). Pangan yang sehat dan bergizi tinggi dapat diproduksi dengan metode baru yang dikenal dengan pertanian organik.

Upaya Kementrian Pertanian mewujudkan go organic tahun 2010 lalu merupakan peluang bagi Pemerintah Kabupaten Lumajang untuk turut-serta mengembangkan pertanian organic melalui Aksi Gerakan Pemupukan Organik dan Benih Unggul Bersertifikat (SIGARPUN BULAT).

TUJUAN

Tujuan pelaksanaan SIGARPUN BULAT adalah :

1. Mendorong partisipasi Insan Pertanian (petani, PNS, pelaku usaha) untuk menggunakan pupuk organik/bahan organik dan benih unggul bersertifikat melalui program dan kegiatan Dinas Pertanian Kabupaten Lumajang Tahun 2012 dalam rangka perbaikan kualitas kesuburan lahan sehingga mampu meningkatkan produktivitas lahan dan memelihara sumber daya lahan pertanian berkelanjutan.

2. Memberdayakan kelompok-kelompok tani yang mendapatkan fasilitas bantuan pengolah pupuk organik (APPO/ UPPO/ RP3O/ Rumah Kompos) untuk mampu memproduksi pupuk organik untuk memenuhi kebutuhan sendiri dan kelompok tani lainnya.

3. Memberdayakan kelompok-kelompok tani yang mendapatkan fasilitas bantuan penangkaran benih untuk mampu memproduksi benih unggul bersertifikat untuk memenuhi kebutuhan sendiri dan kelompok tani lainnya.

SASARAN

Sasaran SIGARPUN BULAT di Kabupaten Lumajang adalah :

1. Meningkatnya penggunaan pupuk organik/bahan organik oleh anggota kelompok tani sebanyak ± 33.416 ton di Tahun 2012, melalui program dan kegiatan Dinas Pertanian Kabupaten Lumajang.

2. Meningkatnya penggunaan benih unggul bersertifikat sebanyak 1.385,1 ton oleh anggota kelompok tani di Tahun 2012, melalui program dan kegiatan Dinas Pertanian Kabupaten Lumajang sebagai berikut :

(1) Benih padi non hibrida yang unggul dan bersertifikat sebanyak ± 1.196,7 ton.

(2) Benih padi hibrida yang unggul dan bersertifikat sebanyak ± 30 ton.

(3) Benih padi lahan kering (gogo) yang unggul dan bersertifikat sebanyak ± 100 ton.

(4) Benih jagung hibrida yang unggul dan bersertifikat sebanyak ± 17 ton.

(5) Benih kedelai yang unggul dan bersertifikat sebanyak ± 40,6 ton.




PELAKSANAAN

1. Sosialisasi, Pembinaan dan Pengawalan

a. Koordinasi dengan instansi terkait

b. Penyusunan pedoman

c. Fasilitasi program dalam rangka : (i) penyusunan pedoman, (ii) sosialisasi, (iii) pembinaan dan pengawalan, (iv) koordinasi, (v) konsultasi dengan instansi terkait dan perguruan tinggi, (vi) mengikuti pertemuan/ seminar/ pencanangan/ kunjungan kerja dan penyusunan laporan

2. Program dan Kegiatan Tahun 2012

Program dan Kegiatan Dinas Pertanian Kabupaten Lumajang Tahun 2012 yang diharapkan dapat mensukseskan SIGARPUN BULAT adalah sebagai berikut :

1. Program Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) dari DAK Bidang Pertanian Tahun 2012.

2. Program Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) dari TP Ditjen Pertanian Tahun 2012.

3. Program Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan (PUAP) Tahun 2012.

4. Program Peningkatan Produksi, Produktivitas dan Mutu Tanaman Pangan Untuk Mencapai Swasembada dan Swasembada Berkelanjutan dari sumber anggaran Tugas Pembantuan (TP) Tahun 2012.

5. Program Peningkatan Produksi, Produktivitas dan Mutu Tanaman Pangan untuk Mencapai Swasembada dan Swasembada Berkelanjutan dari TP Ditjen Pertanian Tahun 2012.

6. Program Pembenihan Tanaman Pangan untuk Mencapai Swasembada dan Swasembada Berkelanjutan dari TP Ditjen Pertanian Tahun 2012.

7. Program Pembenihan Tanaman Pangan untuk Mencapai Swasembada dan Swasembada Berkelanjutan dari TP Ditjen Pertanian Tahun 2012 melalui BPTP Karang Ploso Malang berupa kegiatan penangkaran benih padi Inpari 13.




Masukan (Input)

1. Penyediaan anggaran, baik berasal dari pemerintah (APBN, APBD), pihak swasta maupun masyarakat.

2. Perangkat Peraturan, bahan kebijakan, dan petunjuk pelaksanaan.

3. Data potensi lahan dan kelompok tani.

4. Sumberdaya manusia (SDM).

5. Prasarana penunjang kerja (fasilitas kantor dan lapangan).

Keluaran (Output)

1. Terealisasinya anggaran yang disediakan dalam melaksanakan kegiatan.

2. Tersedianya peraturan, bahan kebijakan, dan petunjuk pelaksanaan.

3. Tersedianya data potensi lahan dan kelompok tani.

4. Tersedia sumberdaya Manusia (SDM) dan petugas yang handal dalam melaksanakan kegiatan.

5. Tersedianya fasilitas kerja yang memadai.

Hasil (Outcome)

1. Termanfaatkannya peraturan, bahan kebijakan, dan petunjuk pelaksanaan SIGARPUN BULAT.

2. Terwujudnya peningkatan penggunaan pupuk organik dan benih unggul bersertifikat sesuai ketentuan yang berlaku.

3. Terciptanya mekanisme kerja yang efektif dan efisien.

4. Berfungsinya semua fasilitas kerja yang ada.

SUMBER ANGGARAN :

Dana Dekonsentrasi Pengembangan SDM Pertanian dan Kelembagaan Petani Propinsi Jawa Timur TA. 2012.